header-int

Dosen FISIPOL UPP Perkenalkan Ritual Pernikahan Adat Dayak Maanyan ke Tingkat Internasional

Selasa, 10 Jul 2018, 15:20:18 WIB - 65 View
Share
Dosen FISIPOL UPP Perkenalkan Ritual Pernikahan Adat Dayak Maanyan ke Tingkat Internasional

Palangka Raya - Kalimantan Tengah, merupakan sebuah provinsi yang sangat kaya. Mulai dari sumber daya alam bahkan kearifan budayanya. Salah satu suku yang ada di Kalimantan Tengah adalah Dayak Maanyan. Dayak Maanyan memiliki sebuah ritual kebudayaan, berupa acara pernikahan adat sebelum dilakukannya upacara pernikahan secara agama. Hadir dalam kesempatan kali ini, Dosen dari Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Palangka Raya, ibu Effrata, M.Si. sebagai penyaji yang memperkenalkan kekayaan kebudayaan kalimantan tengah pada kegiatan ADRI 17th International Conference yang dilaksanakan pada 23-24 April 2018 di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Ternate.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Asosiasi Dosen Republik Indonesia (ADRI) Bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara dengan tema "Marine and Environmental Conversation" . Pada kegiatan pembukaan tampak hadir Perwakilan Gubernur Maluku Utara, Ketua Umum ADRI Dr. H. Achmad Fathoni, R., M. Pd. , Direktur Kualifikasi Sumber Saya Manusia Kemenristek Dikti Dr. Muklas Ansori, M.Si dan Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara Dr. Saiful Deni, S.Ag., M.Si. 

Hadir juga sebagai Keynote Speaker dari beberapa perguruan tinggi dalam dan luar negeri, antara lain Prof. Dr. Peter John Wanner (Tohoku University, Japan), Dr. Suyatno ( University Sultan Zainal Abidin, Malaysia), Dr. Ismail Suwardi Wekke (STAIN Sorong, Indonesia), dan Dr. Amihan April Mella-Alcazar (University of Pasig, Philippines). Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari ini, diikuti oleh berbagi perwakilan perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia. 

Pada sesi pemaparan, ibu Effrata M, Si., mengangkat judul tentang Peran Pemerintah dalam Melestarikan Upacara Adat Dayak Maanyan di Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Pemaparan ini menjelaskan bagaimana peran dan upaya pemerintah desa dalam mempertahankan dan melestarikan upacara ritual adat pernikahan tradisional Dayak Maanyan serta proses upacara ritual adat kebuyadaan suku dayak maanyan yang mempunyai keunikan khusus dalam melakukan ritual upacara pernikahat adat sebelum dilakukannya upacara pernikahan secara agama., seperti minum tuak bersama, menari wadian dadas, natas banyang, ngampewan lalan, netek banyak, dan iwurung juwe dimana setiap langkah-langkah dalam ritual ini dipimpin oleh  seorang Mantir atau Pemimpin Adat dalam struktur pemerintahan desa, yang bertugas memimpin upacara ritual adat dengan syarat dan ketentuan yang sudah harus terpenuhi oleh kedua belah pihak keluarga. 

Dalam simpulan pemaparannya, Effrata mengatakan bahwa pemerintah desa masih melestarikan ritual pernikahan tradisional Dayak Maanyan hingga saat ini. "Dalam upacara ritual perkawinan Dayak Maanyan dilakukan tahap-tahap dalam bentuk, Minum Tuak secara bersamaan, Dadas Tari, Natas Banyang, Ngampawen Lala, Iwurung Juwe, Pemerintah Desa membuat kebijakan berupa ketentuan hukum adat perkawinan hukum 12 rial, Hukum Panipahan, dilengkapi dengan gunung perak", tukasnya. (Humas UPGRIPLK. Juni. 2018) (Foto: Effrata)

Unidha Universitas PGRI Palangka Raya secara resmi berdiri pada tanggal 1 September 1990. Dasar hukum SK Mendikbud RI Nomor 0152/0/1990 tertanggal 19 Maret 1990 tentang pemberian status terdaftar kepada fakultas/jurusan/program studi di Lingkungan Universitas PGRI Batang Garing. Selanjutnya dikukuhkan/ditegaskan kembali berdasarkan SK Dirjen Dikti Depdikbud RI Nomor 97/DIKTI/Kep/1996 tanggal 12 April 1996 tentang keberadaan Jurusan dan Program Studi di Universitas PGRI Batang Garing Palangka Raya.
© 2018 Universitas PGRI Palangka Raya Follow Universitas PGRI Palangka Raya : Facebook Twitter Linked Youtube